Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
Abdullah bin Muhammad As-Salafi  
  Kunjungan Buku : 62628  
Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
     Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
     Mukaddimah
     Sejarah Lahirnya Rafidhah
     Sebab Penamaan Syi’ah dengan Rafidhah
     Berbagai Macam Sekte Rafidhah
     Aqidah Bada’ yang Diyakini oleh Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Sifat-sifat Allah
     Aqidah Rafidhahtentang al-Qur'an yang Dijaga Keotentikannya oleh Allah
     Aqidah Rafidhah tentang Para Sahabat Rasulullah
     Sisi Kesamaan Antara Yahudi dan Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Imam-imam Mereka
     Aqidah Raj’ah bagi Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Taqiyyah
     Aqidah Rafidhah tentang ath-Thinah
     Aqidah Rafidhah tentang Ahlus Sunnah
     Aqidah Rafidhah tentang Nikah Mut’ah dan Keutamaannya
     Aqidah Rafidhah tentang Kota Najf dan Karbala serta Keutamaan Menziarahinya
     Sisi Perbedaan Antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah
     Aqidah Rafidhah tentang Hari ‘Asyura dan Keutamaannya Menurut Mereka
     Aqidah Rafidhah tentang Bai’at
     Hukum Pendekatan Antara Ahlus Sunnah yang Mengesakan Allah dengan Syi’ah yang Menyekutukan-Nya
     Komentar Ulama Salaf dan Khalaf tentang Rafidhah
     Surat al-Wilayah yang Diakui Rafidhah Termasuk Satu Surat dalam al-Qur’an
     Lauh Fathimah Didakwakan Sebagai Wahyu yang Turun kepada Fathimah
     Doa Dua Patung Quraisy
     Penutup
     Referensi Penting untuk Membantah Aqidah Syi’ah
     Buku-buku Kontemporer
     Beberapa Situs Rujukan untuk Membantah Syi'ah
     Sambutan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
 
Aqidah Rafidhah tentang Taqiyyah

Taqiyyah didefinisikan oleh salah seorang tokoh kontemporer Syi'ah dengan: “Suatu ucapan atau per-buatan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan keya-kinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta atau untuk menjaga kehormatan Anda.”[1]

Bahkan orang-orang Syi'ah beranggapan bahwa Rasulullah  pernah melakukannya, yaitu ketika to-koh kaum munafiqin yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal dunia, di mana beliau da-tang untuk menshalatinya, maka Umar  berkata ke-pada beliau, “Bukankah Allah telah melarangmu un-tuk melakukan hal itu,” maka Rasulullah  menjawab, “Celakalah engkau, tahukah engkau apa yang aku ba-ca? Sesungguhnya aku mengucapkan, “Ya Allah, isi-lah mulutnya dengan api dan penuhilah kuburannya dengan api dan masukkan dia ke dalam api.”[2]

Lihatlah wahai saudaraku Muslim, bagaimana me-reka menisbatkan kedustaan kepada Rasulullah ? Apakah masuk akal, jika sahabat Rasulullah meman-dangnya dengan penuh kasihan sementara Rasulullah melaknatnya.

Al-Kulaini menukil dalam bukunya Ushulul Kaafi bahwa Abu Abdillah berkata: “Hai Abu Umar, sesung-guhnya sembilan puluh persen dari agama ini adalah taqiyyah, tidak ada agama bagi orang yang tidak ber-taqiyyah. Dan taqiyyah boleh dilakukan dalam segala hal, kecuali dalam urusan nabidz (perasan anggur se-belum menjadi khamr) dan (tidak bolehnya) mengu-sap dua khuf (sepatu bot).”

Dinukil juga oleh al-Kulaini dari Abu Abdillah: “Ja-galah agama kalian, tutupi dengan taqiyyah, tidak di-anggap beriman seseorang yang tidak ber-taqiyyah.[3]

Bahkan mereka sampai membolehkan bersumpah dengan selain Allah dengan alasan untuk taqiyyah ini, wal 'iyaadzu billah. Al-Hurr al-'Amili dalam bukunya Wasa'ilus Syi'ah meriwayatkan dari Ibnu Bukair, dari Zurarah dari Abu Ja'far: “Aku (Zurarah) bertanya ke-padanya (Abu Ja'far): “Sesungguhnya bila kita mele-wati mereka, maka mereka akan memaksa kita untuk bersumpah berkaitan dengan harta kita padahal kita sudah menunaikan zakatnya.” Maka dia menjawab: “Wahai Zurarah, jika kamu takut maka bersumpahlah sesuai dengan yang mereka inginkan.” Aku bertanya lagi: “Aku menjadi penebus untukmu, boleh bersum-pah demi talak dan demi memerdekakan budak?.” Dia menjawab: “Ya, demi apapun yang mereka inginkan.”

Dan diriwayatkan dari Sama'ah, dari Abu Abdillah alaihissalam berkata: “Bila seseorang bersumpah kare-na taqiyyah, maka ini tidak mengapa bila dia dipaksa dan harus melakukannya.”[4]

Rafidhah mengatakan bahwa taqiyyah adalah me-rupakan kewajiban. Ajaran Syi'ah tidak akan tegak tan-pa taqiyyah. Mereka menyampaikan dasar-dasar taqiy-yah dengan terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Mereka bermuamalah dengan taqiyyah ini khususnya ketika mereka dalam kondisi yang membahayakan. Karena itu, waspadailah wahai umat Islam dari ba-haya Rafidhah ini.

 

Ñc&dÐ

 

 



[1]     Muhammad Jawad Mughniyah, asy-Syi'ah fi Mizan, 47

[2]     Furu'ul Kaafi Kitabul Janaaiz, hal.188

[3]     Ushulul Kaafi, hal. 482 – 483

[4]     Al-Hurr al-'Amiliy, Wasaailus Syi'ah, 16/136, 137

 
Retour a la page principale
قسم الأخـبـار :: الدفاع عن السنة