Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
Abdullah bin Muhammad As-Salafi  
  Kunjungan Buku : 63105  
Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
     Inilah Kesesatan Aqidah Syi’ah
     Mukaddimah
     Sejarah Lahirnya Rafidhah
     Sebab Penamaan Syi’ah dengan Rafidhah
     Berbagai Macam Sekte Rafidhah
     Aqidah Bada’ yang Diyakini oleh Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Sifat-sifat Allah
     Aqidah Rafidhahtentang al-Qur'an yang Dijaga Keotentikannya oleh Allah
     Aqidah Rafidhah tentang Para Sahabat Rasulullah
     Sisi Kesamaan Antara Yahudi dan Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Imam-imam Mereka
     Aqidah Raj’ah bagi Rafidhah
     Aqidah Rafidhah tentang Taqiyyah
     Aqidah Rafidhah tentang ath-Thinah
     Aqidah Rafidhah tentang Ahlus Sunnah
     Aqidah Rafidhah tentang Nikah Mut’ah dan Keutamaannya
     Aqidah Rafidhah tentang Kota Najf dan Karbala serta Keutamaan Menziarahinya
     Sisi Perbedaan Antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah
     Aqidah Rafidhah tentang Hari ‘Asyura dan Keutamaannya Menurut Mereka
     Aqidah Rafidhah tentang Bai’at
     Hukum Pendekatan Antara Ahlus Sunnah yang Mengesakan Allah dengan Syi’ah yang Menyekutukan-Nya
     Komentar Ulama Salaf dan Khalaf tentang Rafidhah
     Surat al-Wilayah yang Diakui Rafidhah Termasuk Satu Surat dalam al-Qur’an
     Lauh Fathimah Didakwakan Sebagai Wahyu yang Turun kepada Fathimah
     Doa Dua Patung Quraisy
     Penutup
     Referensi Penting untuk Membantah Aqidah Syi’ah
     Buku-buku Kontemporer
     Beberapa Situs Rujukan untuk Membantah Syi'ah
     Sambutan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
 
Sisi Kesamaan Antara Yahudi dan Rafidhah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah v berkata: “Bukti kesamaan antara Yahudi dan Rafidhah adalah bahwa fitnah yang ada pada Rafidhah itu persis dengan fitnah yang ada pada Yahudi, yaitu jika orang Yahudi me-ngatakan yang layak memimpin kekuasaan hanyalah keluarga Daud, begitu juga menurut Rafidhah, tak layak memegang imamah (kepempinan) kecuali anak keturunan Ali.”

Orang Yahudi mengatakan: “Tak ada jihad di ja-lan Allah sampai Dajjal keluar dan pedang turun di tangan”. Sementara orang Rafidhah mengatakan: “Ti-dak ada jihad di jalan Allah sampai Imam Mahdi (Imam ke dua belas mereka) keluar dan ada yang mengo-mandokan dari langit.”

Orang-orang Yahudi mengakhirkan shalat sampai

munculnya bintang-bintang, seperti orang-orang Rafi-dhah mengakhirkan shalat Maghrib sampai munculnya bintang-bintang. Sedangkan hadits Rasulullah r me-ngingkari hal itu:

لاَ تَزَالُ أُمَّتِي عَلَى فِطْرَةٍ مَالَمْ يُؤَخِّرُوْا الْمَغْرِبَ إِلَى اشْتِبَاكِ النُّجُوْمِ

“Umatku masih dalam keadaan fitrah, selama ti-dak mengakhirkan shalat Maghrib sampai mun-culnya bintang.”[1]

Orang-orang Yahudi memutarbalikkan Taurat dan merubahnya, sebagaimana orang Rafidhah memutar-balikkan al-Qur'an dan merubahnya.

Orang-orang Yahudi tidak berpendapat bolehnya mengusap al-Khuf (sepatu bot)—saat wudhu—seba-gaimana orang-orang Rafidhah.

Orang-orang Yahudi membenci malaikat Jibril. Mereka mengatakan ia musuh kami dari golongan ma-laikat, sebagaimana Rafidhah mengatakan malaikat Jibril  salah alamat ketika menyampaikan wahyu kepada Muhammad .[2]

Rafidhah sama dengan orang Nashrani dalam ma-salah maskawin, yaitu wanita-wanita Nashrani tidak berhak mendapatkan maskawin karena mereka hanya untuk dipakai bersenang-senang (mut'ah), seperti Ra-fidhah melakukan nikah Mut'ah dan menghalalkannya.

Tetapi orang-orang Yahudi dan Nashrani memili-ki dua keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang Rafidhah:

1. Bila orang-orang Yahudi ditanya tentang siapa sebaik-baik pemeluk agama kalian? Mereka akan men-jawab para sahabat Nabi Musa u.

2. Bila orang-orang Nashrani ditanya siapa sebaik-baik pemeluk agama kalian? Mereka akan menjawab para sahabat setia Nabi Isa u.

Tetapi jika orang Rafidhah ditanya tentang siapa yang paling buruk dari pemeluk agama kalian? Mereka menjawab para sahabat Muhammad r.[3]

Syaikh Abdullah al-Jumaili dalam kitabnya Badzlul Majhud fi Musyabahatir Rafidhati lil Yahud beberapa kemiripan antara Rafidhah dengan orang Yahudi:

• Orang Rafidhah dan Yahudi selalu mengkafirkan serta menghalalkan darah dan harta orang-orang yang selain mereka. Beliau (Syaikh Abdullah al-Jumaili) ber-kata, bahwa orang Yahudi membagi manusia menjadi dua: Yahudi dan Umamiyyun. Umamiyyun artinya orang-orang yang bukan Yahudi. Orang yang beriman hanyalah orang Yahudi saja, sedang orang Umamiy-yun adalah orang-orang kafir, penyembah berhala, ti-dak mengetahui Allah . Dalam kitab Talmud dikata-kan: “Setiap golongan yang bukan Yahudi adalah pe-nyembah berhala. Ini sesuai dengan ajaran Hakho-mat.” Bahkan Isa al-Masih  pun tak luput mereka kafirkan sebagaimana dalam kitab Talmud, mereka mensifati Nabi Isa dengan perkataan: “Kafir, tidak me-ngerti Allah.” Ini seperti keyakinan orang Rafidhah ha-nya mereka kaum Mukminin, sedang kaum Muslimin yang lain adalah murtad tak mendapatkan bagian Islam sedikitpun. Kaum Rafidhah ini mengkafirkan kaum Muslimin karena dianggap belum menjalankan ajaran al-Wilayah yang mereka yakini, karena ajaran ini ter-masuk dalam salah satu rukun Islam mereka. Maka se-tiap yang belum menjalankan ajaran al-Wilayah ini, mereka nyatakan sebagai kafir dan seperti orang yang belum mengucapkan dua kalimat Syaha-dat, atau me-ninggalkan shalat. Bahkan ajaran al-Wilayah ini menu-rut mereka lebih penting dari semua rukun Islam seba-gaimana diriwayatkan oleh al-Barqi dari Abu Abdillah alaihissalam, dia mengatakan: “Tidaklah seorang pun berada di atas agama Nabi Ibrahim kecuali kita dan pengikut kita, sedang semua manusia yang lain adalah lepas darinya.” Dan dalam kitab Tafsir al-Qummi, diriwayatkan dari Abu Abdillah alaihissalam bahwa dia berkata: “Tidaklah berada di atas agama Islam orang yang bukan golongan kita dan bukan golongan mereka (Syi'ah yang lain) sampai Hari Kiamat.”[4]

 



[1]     HR. Imam Ahmad (4/147, 5/417, 422) Abu Dawud (4/8) dan Ibnu Majah dalam az-Zawaid dengan sanad hasan.

[2]     Bagian sekte Rafidhah bernama al-Gharibiyyah mengatakan, Jibril telah berkhianat disebabkan telah menyampaikan wahyu kepada Muhammad r, sebab yang berhak membawa risalah Islam ini adalah Ali bin Abi Thalib, dengan sebab ini mereka mengatakan al-Amin (Jibril telah berkhianat dan menghalangiwahyudari Ali). Renungkanlah wahai saudaraku Muslim, ba-gaimana mereka menyangka Jibril telah berkhianat sedangkan Allah I telah mensifatinya dengan al-amin (terpercaya) dengan firman-Nya:

tAt“tR ÏmÎ/ ßyr”9$# ßûüÏBF{$#

"Telah turun kepadanya Jibril yang dipercaya." (Asy-Syu'ara:193)

Dan firman-Nya yang lain:

8í$sܕB §NrO &ûüÏBr&

"Ditaati dan dipercaya." (At-Takwir : 21)

Lalu apa komentar Anda tentang aqidah ini yang diyakini oleh orang-orang Rafidhah?

[3]     Ibnu Taimiyah, Minhajus Sunnah, 1/24

[4]     Abdullah al-Jumaili, Badzlul Majhud fi Musyabahatir Rafidhati lil Yahud, 2/559, 568. Untuk keterangan lebih lanjut berkaitan dengan golongan Rafidhah ini yang mengkafirkan golongan-go-longan kaum Muslimin, silakan lihat buku saya asy-Syi'ah al- Itsna 'Asyriyyah wa Takfiruhum li 'Umumil Muslimin (Kelom-pok Syi'ah al-Itsna 'Asyriyah dan Bagaimana Mereka Mengka-firkan Semua Kaum Muslimin).

 
Retour a la page principale
قسم الأخـبـار :: الدفاع عن السنة